04
Feb
11

Nasi Kepal untuk Kebohongan Gayus, Denny, dan Ota


Posted on Jan 20 2011 by whizkid

Nasi kepalSekarang negeri berjuluk zamrud khatulistiwa ini sedang disuguhi drama dengan lakon utama Gayus Tambunan. Begitu serunya, sampai-sampai sang penonton tidak tahu bagaimana akhir ceritanya. Jalan ceritanya begitu kompleks dengan alur kisah yang maju-mundur.

Di akhir masa sidangnya di PN Jakarta Selatan, Sang Lakon justru memperpanjang masa klimaks sandiwaranya. Dia tiba-tiba mengangkat pemeran figuran Denny Indrayana dan Ota yang semula berposisi sebagai figuran menjadi pemeran pembantu utama.

Gayus menembak Denny dan Ota telah merekayasa kasusnya. Denny dan Ota dipandangnya telah mbalelo karena mengingkari janji saat merayu Gayus menyerah dari pelariannya. Tak lupa bumbu drama tentang derita istri dan bumbu misterius tentang CIA juga dibubuhkan Gayus.

Diberondong peluru sedemikian rupa, Ota dan Denny tidak tinggal diam. Dengan mengajak rekan-rekannya di Satgas Antimafia Hukum, mereka menegasikan tudingan Gayus dan melancarkan serangan balik. Gayus bohong, kata mereka.

Saling serang ini kian membuat penonton bingung. Siapakah yang bicara jujur? Gayus yang sudah nothing to lose atau Denny dan Ota yang punya pendukung ahli-ahli hukum terkenal?

Pause! Ceritanya memang baru sampai di sini dulu. Tapi hal yang ingin saya share di sini adalah teknik sederhana untuk mengetahui pembohong. Cukup dengan menggunakan nasi kepal.

Alkisah di sebuah kerajaan Tiongkok sana, Sang Raja telah kehilangan sebuah cincin mustika yang disimpan di kamarnya. Dugaan menguat ke para pembantunya yang berjumlah 6 orang karena hanya mereka saja yang bisa leluasa masuk ke kamar raja.

Saat diinterogasi, semua pembantunya menyangkal tuduhan itu. Namun Sang Raja punya cara tersendiri untuk mengetahui siapa yang berbohong. Diperintahkanlah koki istana untuk membuat 6 buah nasi kepal.

Pada suatu siang, raja memerintahkan semua pembantunya berkumpul di halaman istana. Di hadapan Sang Raja dan para jenderal perang, para pembantu itu disuguhi masing-masing satu nasi kepal. Mereka diminta untuk memakannya.

Tapi sebelum mereka mulai memakannya, Sang Raja berpesan kalau nasi kepal itu akan membawa bala bagi pencuri cincinnya. Karena masih tak ada yang mengaku juga, akhirnya keenam pembantu raja pun diperintahkan memakan nasinya masing-masing.

Tidak butuh waktu lama, raja memerintahkan pengawalnya menangkap pembantunya yang berdiri di paling kiri. Alasan raja waktu itu, hanya karena pembantunya tidak bisa menelan nasi kepal dengan baik.

So simple. Walaupun bingung, pengawal akhirnya memang menemukan kalau penilaian raja tidak salah. Cincin raja ditemukan di rumah salah satu pembantunya itu.

Tidak salah kalau kala itu Sang Raja dituding memiliki ilmu terawang yang hebat, atau nasi kepalnya dijampi-jampi. Tetapi sebenarnya cerita tentang nasi kepal itu bisa dijelaskan dengan ilmiah. Cukup dengan teori kecemasan yang umum dipelajari siswa siswi di sekolah.

Kecemasan muncul tatkala Sang Raja mengucapkan ‘ancamannya’ sebelum nasi kepal dimakan. Belum lagi setting uji nasi berupa berdiri di hadapan raja dan para jenderalnya akan menjadi tekanan psikis tersendiri. Jika orang yang jujur saja sudah grogi, bagaimana yang bohong?

Jika orang-orang di Tiongkok kala itu sudah mengenal teori kecemasan, mungkin tidak ada yang menganggap Sang Raja punya ilmu supranatural atau nasi kepal itu sudah dijampi-jampi. Raja bisa menemukan siapa yang berbohong karena kecemasan yang intens bisa membuat orang sukar menelan. Pembantu yang merangkap sebagai pencuri itu sangat sukar menelan nasi kepalnya. Nasi kepal yang dimakannya serasa tertahan di pangkal tenggorokannya.

Cukup sudah di Tiongkoknya, kita kembali ke Indonesia. Bagaimana jika Presiden SBY selaku pengawas sandiwara memerintahkan semua yang terlibat di lakon Gayus menjalani uji nasi kepal. Mana di antara para pemain sandiwaranya yang berbohong dan suka main di luar skenario seenak udelnya sendiri.

Gayus, Denny, Ota, Kapolri, dan Jaksa Agung dikumpulkan di Monas. Mereka harus memakan nasi kepal satu nasi kepal yang diberikan kepada mereka. Untuk menambah pressure, biarkan masyarakat melihat uji nasi kepal ini. Televisi diberikan izin untuk menyiarkan acara ini secara live. Dan kalau perlu undang juga perwakilan negara-negara sahabat (termasuk Guyana).

Setelah itu silakan lihat siapa yang paling sukar menelan. Gimana kalau semuanya tidak bisa menelan? Pasti bakal ramai. Silakan SBY mengeluarkan titah kepada para jenderal perangnya untuk menindak pembohong itu. *wink


1 Response to “Nasi Kepal untuk Kebohongan Gayus, Denny, dan Ota”


  1. 1 nobody
    Februari 9, 2011 pukul 1:58 am

    Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik masalah Gayus dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


sadar awal

S = Sadarilah dimana kamu berada U = Untung malang ada pada ketenanganmu R = Rasa takut harus kamu kuasai V = Viva hidup hargailah ia I = Ingatlah dimana kamu berada V = Vakum atau kekosongan isilah segera A = Adat istiadat harus kamu kuasai dan hormati L = Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

hiruphurip

pilihan

tnk's u

  • 59,561 hits

%d blogger menyukai ini: