04
Nov
10

Pemekaran Batujajar untuk Desa Terisolasi


Senin, 25 Oktober 2010
Pemekaran Batujajar untuk Desa Terisolasi
BATUJAJAR,(GM)-
Asisten Pemerintahan Kab. Bandung Barat (KBB), Agus Gusmana mengingatkan, pemekaran Kec. Batujajar sangat bernilai bagi enam desa yang selama ini terisolasi oleh genangan air dari Waduk Saguling. 

“Rencana pemakaran masih kita bahas. Sekarang kita tinggal menunggu hasil musyawarah dari seluruh BPD (Badan Perwakilan Desa) di wilayah Kecamatan Batujajar,” kata Agus Gusmana kepada “GM”, Minggu (24/10).

Berdasarkan data yang dihimpun “GM”, selain masih menunggu hasil musyawarah dari BPD se-Kec. Batujajar, pemekaran wilayah tersebut sangat berdampak positif bagi enam desa yang selama ini terisolasi oleh genangan Waduk Saguling.

Menurut Agus, hasil musyawarah tersebut akan disampaikan kepada Pemkab Bandung Barat, Senin (25/10) ini. Setelah mendapatkan keputusan dari hasil musyawarah BPD se-Kec. Batujajar, baru akan dilakukan langkah selanjutnya.

“Hasilnya kita sampaikan ke provinsi. Jadi tinggal bagaimana provinsi mengambil sikap atas adanya aspriasi, untuk pemekaran wilayah Kecamatan Batujajar yang dapat dikatakan terisolasi tersebut,” katanya.

Ia mengakui, rencana pemekaran tersebut pada dasarnya terkendala persoalan persyaratan administrasi, sebagaimana diatur dalam PP RI No. 19/2008 tentang Kecamatan.

Sebab, tambahnya, pembentukan kecamatan di wilayah kabupaten harus memenuhi cakupan wilayah 10 desa. Sementara untuk daerah terisolasi di Kec. Batujajar hanya ada 6 desa. Keenam desa tersebut adalah Desa Bojonghaleuang, Cikande, Girimukti, Cipangeran, Jati, dan Desa Saguling.

“Awal munculnya rencana pemekaran itu ‘kan setelah rencana pembangunan jembatan, yang membutuhkan biaya cukup besar yaitu sekitar Rp 80 miliar. Akhirnya ada rencana pemekaran wilayah kecamatan, untuk mendekatkan pelayanan di 6 desa,” katanya.

Pembangunan jembatan yang diharapkan menjadi akses pendorong berkembangnya desa yang dibatasi oleh genangan Saguling tersebut, lanjutnya, bahkan sempat mencuat sebelum KBB berdiri. Namun hingga saat ini belum teralisasi.

Kebutuhan warga

Sementara masyarakat membutuhkan adanya akses tersebut. “Bukan hanya untuk tingkat pelayanan di pemerintahan, tetapi juga untuk aktivitas perekonomian warga yang memang sudah mendesak untuk dilakukan,” katanya.

Agus mengatakan, kendati secara persyaratan administrasi desa yang harus dimekarkan tersebut kurang dari 10 desa sebagaimana yang disyaratkan dalam PP, namun pihaknya menegaskan bahwa pemekaran Kec. Batujajar tersebut merupakan kebutuhan masyarakat. “Dengan terbentuknya kecamatan, kita harapkan enam desa yang terisolasi bisa berkembang,” ujarnya.

Sebab itu, rekomendasi dari Gubernur sangat dibutuhkan untuk memuluskan rencana pemekaran, yang berorientasi untuk mengembangkan enam desa terisolasi di wilayah Kec. Batujajar tersebut.

Terlebih lagi, kata Agus, karena pemekaran itu merupakan kebutuhan dari masyarakat untuk lebih dekat dengan akses pelayanan pemerintah. “Sekarang kita tunggu hasil musyawarah BPD, kemudian kita dorong ke provinsi,” ujarnya.


0 Responses to “Pemekaran Batujajar untuk Desa Terisolasi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


sadar awal

S = Sadarilah dimana kamu berada U = Untung malang ada pada ketenanganmu R = Rasa takut harus kamu kuasai V = Viva hidup hargailah ia I = Ingatlah dimana kamu berada V = Vakum atau kekosongan isilah segera A = Adat istiadat harus kamu kuasai dan hormati L = Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

hiruphurip

pilihan

tnk's u

  • 59,561 hits

%d blogger menyukai ini: